logo

Kumpulan Soal UKOM Keperawatan 2026 Sesuai Kisi-Kisi Terbaru

Tim Akademik Penulis Edu Corner
11 Jun 2026
38 Views

Persiapan menghadapi Uji Kompetensi (Ukom) Perawat D3 tahun ini sudah berjalan? Sebagai calon tenaga kesehatan profesional, penguasaan ilmu klinik maupun etik hukum adalah keharusan. Uji Kompetensi Keperawatan D3 dirancang untuk menguji kedua aspek tersebut secara komprehensif. Tanpa pemahaman yang kuat terhadap karakteristik soal dan manajemen waktu, peserta ujian berpotensi mengalami kesulitan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kasus yang kompleks.

Oleh karena itu, latihan soal menjadi metode belajar yang sangat direkomendasikan oleh para pakar pendidikan. Dalam artikel ini, kami menyajikan rangkuman materi dan soal ukom keperawatan D3 yang disusun sesuai dengan kisi-kisi terbaru. Tujuannya adalah untuk memberikan gambaran nyata tentang tantangan yang akan dihadapi, sekaligus memberikan solusi penyelesaian soal agar Anda siap tempur di hari H ujian berlangsung.

AREA 1 : KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (KMB)

SOAL 1

Seorang laki-laki berusia 58 tahun dirawat di ruang interna dengan diagnosis gagal jantung kongestif. Hasil pengkajian: sesak napas, edema tungkai +2, JVP meningkat, TD 150/90 mmHg, RR 28x/menit, SpO2 90%, terdengar suara ronkhi basah bilateral. Pasien tampak gelisah dan tidak bisa tidur terlentang.

Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

  • A. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan

  • B. Gangguan pola tidur berhubungan dengan sesak napas

  • C. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan curah jantung

  • D. Penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan preload

  • E. Ketidakefektifan pola napas berhubungan dengan penumpukan cairan

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Tanda utama pada CHF adalah retensi cairan yang ditandai edema tungkai, JVP meningkat, dan ronkhi basah bilateral. Kelebihan volume cairan merupakan masalah paling dominan dan menjadi akar dari gejala lainnya sehingga menjadi prioritas penanganan.


SOAL 2

Seorang perempuan 45 tahun post op laparotomi hari ke-2 mengeluh nyeri pada luka operasi skala 7/10. TD 130/85 mmHg, nadi 96x/menit. Pasien enggan bergerak karena takut nyeri bertambah. Luka operasi tampak bersih, tidak ada tanda infeksi.

Apakah tindakan keperawatan mandiri yang paling tepat?

  • A. Melaporkan ke dokter untuk pemberian analgetik tambahan

  • B. Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam dan distraksi

  • C. Memasang restrain agar pasien tidak bergerak

  • D. Membatasi kunjungan keluarga agar pasien istirahat

  • E. Mengompres dingin area sekitar luka operasi

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : Manajemen nyeri non-farmakologi seperti teknik relaksasi napas dalam dan distraksi adalah intervensi keperawatan mandiri yang tepat. Teknik ini efektif mengurangi persepsi nyeri sekaligus mendorong pasien untuk mobilisasi dini guna mencegah komplikasi post operasi.


SOAL 3

Seorang laki-laki 62 tahun dengan DM tipe 2 datang ke poli dengan luka di kaki kanan sejak 2 minggu. Luka berwarna kehitaman, berbau, ukuran 4x5 cm, GDS 380 mg/dL. Pasien mengatakan tidak pernah mengontrol gula darah dan jarang minum obat.

Apakah masalah keperawatan utama pada kasus tersebut?

  • A. Ketidakpatuhan berhubungan dengan kurang pengetahuan

  • B. Risiko infeksi berhubungan dengan kadar gula darah tinggi

  • C. Kerusakan integritas jaringan berhubungan dengan neuropati perifer

  • D. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

  • E. Manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan kompleksitas program terapi

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Data objektif paling menonjol adalah adanya luka gangren (berwarna hitam, berbau, luas 4x5 cm) akibat neuropati perifer pada DM. Kerusakan integritas jaringan menjadi masalah utama yang tampak nyata dan membutuhkan penanganan segera dibandingkan masalah lainnya.


AREA 2 : KEPERAWATAN ANAK

SOAL 4

Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke IGD dengan keluhan kejang 2 kali di rumah, durasi masing-masing 3 menit. Suhu tubuh 39,8 derajat Celcius, anak tampak lemah setelah kejang. Tidak ada riwayat epilepsi sebelumnya.

Apakah tindakan keperawatan prioritas yang harus dilakukan saat ini?

  • A. Memasang IV line dan berikan cairan

  • B. Memberikan antipiretik per oral

  • C. Membebaskan jalan napas dan posisikan miring

  • D. Melakukan restrain pada extremitas anak

  • E. Mengukur tanda-tanda vital secara lengkap

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Pada anak pasca kejang, prioritas utama adalah membebaskan jalan napas dan memposisikan anak miring (recovery position) untuk mencegah aspirasi. Airway adalah prioritas pertama sesuai prinsip ABC dalam kegawatdaruratan.


SOAL 5

Seorang bayi perempuan berusia 8 bulan dibawa ke puskesmas karena diare 6x sehari sejak kemarin. Hasil pengkajian: mata cekung, turgor kulit kembali lambat >2 detik, ubun-ubun cekung, menangis tanpa air mata, BB turun 8% dari berat awal.

Apakah derajat dehidrasi yang dialami bayi tersebut?

  • A. Tidak ada dehidrasi

  • B. Dehidrasi ringan

  • C. Dehidrasi sedang

  • D. Dehidrasi berat

  • E. Syok hipovolemik

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Tanda yang ditemukan (mata cekung, turgor lambat, ubun-ubun cekung, menangis tanpa air mata, penurunan BB 8%) menunjukkan 3 atau lebih tanda dehidrasi sedang berdasarkan klasifikasi WHO/MTBS. Dehidrasi berat ditandai letargis, tidak dapat minum, dan turgor sangat lambat.


SOAL 6

Seorang anak perempuan usia 5 tahun dirawat dengan diagnosis bronkopneumonia. Hasil pengkajian: RR 40x/menit, terdengar ronkhi di kedua lapang paru, anak tampak batuk produktif namun tidak dapat mengeluarkan dahak, SpO2 93%.

Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat?

  • A. Berikan oksigen 2 lpm via nasal kanul

  • B. Lakukan fisioterapi dada dan ajarkan batuk efektif

  • C. Posisikan anak flat untuk memudahkan pernapasan

  • D. Batasi intake cairan agar tidak menambah sekret

  • E. Kolaborasi pemberian bronkodilator nebulisasi

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : Fisioterapi dada (perkusi dan vibrasi) dikombinasikan dengan latihan batuk efektif merupakan intervensi mandiri keperawatan yang paling tepat untuk membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret pada anak dengan bronkopneumonia.


AREA 3 : KEPERAWATAN MATERNITAS

SOAL 7

Seorang perempuan G2P1A0 usia kehamilan 38 minggu datang ke VK bidan dengan keluhan mules teratur sejak 4 jam lalu. Hasil pemeriksaan: pembukaan serviks 8 cm, ketuban utuh, penurunan kepala Hodge III, DJJ 140x/menit, his 4x10 menit durasi 45 detik.

Apakah fase persalinan yang sedang dialami ibu tersebut?

  • A. Kala I fase laten

  • B. Kala I fase aktif akselerasi

  • C. Kala I fase aktif dilatasi maksimal

  • D. Kala II

  • E. Kala I fase aktif deselerasi

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Pembukaan 8 cm berada pada fase aktif dilatasi maksimal (7-9 cm). His sudah adekuat (4x dalam 10 menit, durasi 45 detik) dan kepala sudah di Hodge III. DJJ 140x/menit masih dalam batas normal (120-160x/menit).


SOAL 8

Seorang ibu post partum hari ke-2 mengeluh payudara terasa penuh, keras, dan nyeri. Bayi tampak kesulitan menyusu karena puting sulit dicengkeram. Ibu mengatakan ingin tetap memberikan ASI eksklusif.

Apakah tindakan keperawatan yang paling tepat?

  • A. Anjurkan ibu berhenti menyusui sementara dan pompa ASI

  • B. Kompres dingin payudara selama 20 menit sebelum menyusui

  • C. Lakukan perawatan payudara dan ajarkan teknik menyusui yang benar

  • D. Berikan susu formula sementara sampai payudara tidak penuh

  • E. Kolaborasi pemberian obat penghenti ASI

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Kondisi ini adalah engorgement (bendungan ASI). Tindakan yang tepat adalah melakukan breast care (perawatan payudara) disertai pengajaran posisi dan teknik pelekatan menyusui yang benar agar bayi dapat menyusu efektif dan bendungan teratasi secara alami.


AREA 4 : KEPERAWATAN JIWA

SOAL 9

Seorang laki-laki 30 tahun dirawat di RSJ sejak 3 hari lalu karena mengamuk di rumah. Saat dikaji, pasien tampak tegang, mata melotot, berbicara kasar, dan mengepalkan tangan. Pasien mengatakan mendengar suara yang menyuruhnya memukul orang lain.

Apakah diagnosis keperawatan prioritas pada kasus tersebut?

  • A. Gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran

  • B. Risiko perilaku kekerasan

  • C. Perilaku kekerasan

  • D. Isolasi sosial

  • E. Harga diri rendah situasional

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Data subjektif dan objektif menunjukkan pasien sedang dalam kondisi perilaku kekerasan aktif (mengamuk, mata melotot, berbicara kasar, mengepalkan tangan). Ini bukan sekadar risiko, melainkan sudah terjadi. Halusinasi adalah faktor pencetus, bukan diagnosis prioritas saat ini.


SOAL 10

Seorang perempuan 28 tahun dirawat di RSJ dengan riwayat menarik diri. Saat interaksi, pasien menunduk, tidak mau kontak mata, menjawab pertanyaan hanya dengan anggukan kepala, dan menolak bergabung dengan aktivitas kelompok.

Strategi pelaksanaan (SP) berapa yang tepat diajarkan pertama kali untuk pasien isolasi sosial?

  • A. SP 1: Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial dan manfaat bersosialisasi

  • B. SP 2: Berlatih berkenalan dengan satu orang

  • C. SP 3: Berlatih berkenalan dengan dua orang atau lebih

  • D. SP 4: Berlatih dalam kegiatan kelompok

  • E. SP 1: Langsung memasukkan ke terapi aktivitas kelompok

Kunci Jawaban : A

Pembahasan : Sesuai standar asuhan keperawatan jiwa, SP 1 isolasi sosial dimulai dengan membina hubungan saling percaya, mengidentifikasi penyebab menarik diri, dan mendiskusikan keuntungan serta kerugian tidak berinteraksi. Ini menjadi dasar sebelum melatih kemampuan bersosialisasi.


AREA 5 : KEPERAWATAN GAWAT DARURAT (GADAR)

SOAL 11

Seorang laki-laki 40 tahun dibawa ke IGD setelah mengalami kecelakaan lalu lintas. Pasien tidak sadar, GCS E2V2M4, terdapat perdarahan aktif di kepala, RR 8x/menit dan tidak teratur, akral dingin, TD tidak terukur, nadi karotis teraba lemah.

Apakah tindakan pertama yang harus dilakukan perawat?

  • A. Hentikan perdarahan dengan balut tekan

  • B. Pasang IV line dua jalur dan berikan cairan

  • C. Buka dan bebaskan jalan napas dengan jaw thrust

  • D. Lakukan RJP segera

  • D. Pasang neck collar dan papan spinal

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Prinsip primary survey pada trauma mengutamakan Airway terlebih dahulu. RR 8x/menit dengan pola tidak teratur menunjukkan obstruksi jalan napas. Jaw thrust dipilih (bukan head tilt) karena kemungkinan cedera servikal pada kasus trauma. Airway harus dipastikan paten sebelum tindakan lainnya.


SOAL 12

Seorang perempuan 55 tahun datang ke IGD dengan nyeri dada kiri menjalar ke lengan kiri dan rahang sejak 30 menit lalu. Pasien berkeringat dingin, mual, TD 90/60 mmHg, nadi 110x/menit lemah, SpO2 92%.

Apakah tindakan kolaborasi yang paling mendesak dilakukan?

  • A. Berikan nitrogliserin sublingual

  • B. Pasang IV line dan berikan morfin

  • C. Lakukan perekaman EKG 12 lead segera

  • D. Berikan aspirin 320 mg per oral

  • E. Siapkan defibrilator

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Pada kecurigaan ACS/STEMI, perekaman EKG 12 lead dalam 10 menit pertama adalah standar tindakan diagnostik paling mendesak untuk konfirmasi diagnosis dan menentukan tatalaksana selanjutnya (reperfusi/fibrinolitik). Tanpa EKG, terapi definitif tidak dapat diberikan dengan tepat.


AREA 6 : KEPERAWATAN KELUARGA

SOAL 13

Seorang perawat melakukan kunjungan rumah. Ditemukan seorang laki-laki 68 tahun penderita hipertensi yang tidak rutin minum obat karena merasa tidak ada gejala. Keluarga mengatakan tidak tahu bahaya hipertensi yang tidak terkontrol dan tidak pernah mendampingi pasien ke puskesmas.

Apakah diagnosis keperawatan keluarga yang paling tepat?

  • A. Ketidakpatuhan berhubungan dengan kurang motivasi

  • B. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang hipertensi

  • C. Risiko komplikasi hipertensi berhubungan dengan ketidakpatuhan minum obat

  • D. Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang paparan informasi

  • E. Pemeliharaan kesehatan tidak efektif berhubungan dengan sumber daya tidak cukup

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : Data menunjukkan masalah berada di tingkat keluarga (keluarga tidak tahu bahaya hipertensi, tidak mendampingi ke puskesmas). Diagnosis yang paling tepat adalah manajemen kesehatan keluarga tidak efektif karena mencakup pola pengelolaan penyakit kronis oleh unit keluarga secara keseluruhan.


SOAL 14

Perawat puskesmas melakukan kunjungan ke keluarga dengan ibu hamil trimester ketiga yang mengalami anemia (Hb 9 g/dL). Ibu mengatakan tidak suka makan daging karena bau amis, jarang minum tablet Fe karena mual.

Apakah tugas kesehatan keluarga yang belum terpenuhi pada kasus ini?

  • A. Mengenal masalah kesehatan

  • B. Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat

  • C. Merawat anggota keluarga yang sakit

  • D. Memodifikasi lingkungan untuk kesehatan

  • E. Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Keluarga sudah mengetahui ibu hamil anemia (tugas 1 terpenuhi) dan sudah mendapat tablet Fe (tugas 2 dan 5 terpenuhi), namun belum mampu merawat dengan baik karena tablet Fe tidak diminum secara rutin dan asupan nutrisi zat besi tidak terpenuhi. Tugas merawat anggota keluarga yang sakit belum terpenuhi.


AREA 7 : KEPERAWATAN GERONTIK

SOAL 15

Seorang perempuan 72 tahun tinggal di panti werdha mengeluh sering lupa menaruh barang, sulit tidur malam, dan tidak bersemangat beraktivitas. Hasil pengkajian: MMSE 22 (gangguan kognitif ringan), GDS 10 (depresi ringan), tidak ada keluhan fisik berarti.

Apakah intervensi keperawatan yang paling tepat untuk masalah utama lansia tersebut?

  • A. Kolaborasi pemberian obat tidur

  • B. Lakukan terapi reminiscence (kenangan) dan stimulasi kognitif

  • C. Batasi aktivitas fisik karena usia lanjut

  • D. Pindahkan ke kamar yang lebih tenang

  • E. Anjurkan keluarga untuk lebih sering mengunjungi

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : MMSE 22 menunjukkan gangguan kognitif ringan dan GDS 10 menunjukkan depresi ringan. Terapi reminiscence (mengingat kenangan positif masa lalu) terbukti efektif meningkatkan fungsi kognitif, mengurangi depresi, dan meningkatkan kualitas hidup lansia secara bersamaan sebagai intervensi non-farmakologi utama.


AREA 8 : KEPERAWATAN KOMUNITAS

SOAL 16

Hasil survey di sebuah desa menunjukkan 40% balita mengalami stunting, 60% ibu tidak memberikan ASI eksklusif, dan cakupan posyandu hanya 45%. Perawat komunitas akan melakukan intervensi pada tingkat populasi.

Apakah intervensi keperawatan komunitas yang paling tepat?

  • A. Merujuk seluruh balita stunting ke puskesmas

  • B. Memberikan makanan tambahan kepada balita stunting

  • C. Melakukan penyuluhan kesehatan tentang ASI eksklusif dan gizi balita kepada kelompok ibu

  • D. Berkoordinasi dengan lintas sektor untuk program penanggulangan stunting berbasis komunitas

  • E. Membuat laporan ke Dinas Kesehatan untuk penanganan stunting

Kunci Jawaban : D

Pembahasan : Pada tingkat populasi, masalah stunting yang bersifat multifaktorial memerlukan pendekatan lintas sektor (kolaborasi dengan kader, PKK, pemerintah desa, Dinas Pertanian, dll). Intervensi berbasis komunitas yang melibatkan banyak pemangku kepentingan lebih efektif dan berkelanjutan dibanding intervensi individual.


AREA 9 : KEPERAWATAN MANAJEMEN

SOAL 17

Seorang kepala ruangan mendapati seorang perawat pelaksana memberikan obat kepada pasien tanpa melakukan pengecekan ulang identitas dan nama obat. Kejadian ini sudah terjadi dua kali dalam seminggu terakhir.

Apakah tindakan manajemen keperawatan yang paling tepat dilakukan kepala ruangan?

  • A. Melaporkan langsung ke komite keselamatan pasien rumah sakit

  • B. Memberikan surat peringatan tertulis kepada perawat tersebut

  • C. Melakukan supervisi dan pembinaan terhadap perawat tersebut secara langsung

  • D. Mengganti jadwal dinas perawat tersebut ke shift malam

  • E. Mendiskusikan insiden ini dalam rapat bulanan ruangan

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Fungsi manajemen kepala ruangan yang paling tepat adalah supervisi dan pembinaan langsung. Kepala ruangan bertanggung jawab memastikan standar patient safety (6 benar pemberian obat) dipatuhi. Supervisi langsung disertai pembinaan merupakan pendekatan konstruktif dan preventif terhadap medication error.


AREA 10 : ETIKA, LEGAL, DAN PROFESIONAL

SOAL 18

Seorang perawat merawat pasien dengan HIV/AIDS. Keluarga pasien meminta perawat untuk memberitahu kondisi diagnosis pasien kepada tetangga yang sering berkunjung karena khawatir tertular. Pasien sendiri tidak ingin diagnosisnya diketahui orang lain.

Apakah tindakan perawat yang paling tepat berdasarkan prinsip etik?

  • A. Memberitahu tetangga karena menyangkut keselamatan publik

  • B. Menolak permintaan keluarga dan menjaga kerahasiaan data pasien

  • C. Mendiskusikan dengan dokter untuk memutuskan bersama

  • D. Meminta izin tertulis dari pasien sebelum memberikan informasi

  • E. Memberitahu keluarga saja namun tidak kepada tetangga

Kunci Jawaban : B

Pembahasan : Prinsip etik yang berlaku adalah confidentiality (kerahasiaan). Diagnosis pasien adalah informasi yang dilindungi secara hukum (UU Kesehatan dan Kode Etik Keperawatan). Perawat wajib menjaga kerahasiaan data pasien tanpa persetujuan pasien, termasuk dari keluarga dan pihak luar. Pasien memiliki hak otonomi atas informasi kesehatannya.


SOAL 19

Seorang perawat IGD diminta dokter untuk melakukan tindakan intubasi mandiri pada pasien henti napas karena dokter sedang menangani pasien lain yang kritis. Perawat memiliki sertifikat BTCLS namun merasa tindakan intubasi di luar kewenangannya.

Apakah tindakan perawat yang paling tepat?

  • A. Melakukan intubasi karena ini kondisi darurat

  • B. Menolak tegas dan tidak melakukan tindakan apapun

  • C. Melakukan ventilasi bag-mask sebagai tindakan dalam kewenangannya sambil meminta dokter segera hadir

  • D. Meminta perawat senior untuk menggantikan melakukan intubasi

  • E. Mendokumentasikan penolakan tindakan di rekam medis

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Perawat wajib bertindak dalam batas kewenangan (scope of practice). Intubasi endotrakeal bukan kewenangan perawat secara mandiri. Namun dalam kondisi gawat darurat, perawat wajib memberikan tindakan dalam kewenangannya yaitu ventilasi bag-mask (BVM) untuk mempertahankan oksigenasi sambil berkoordinasi agar dokter segera hadir. Ini sesuai prinsip beneficence dan legal keperawatan.


SOAL 20

Seorang perawat komunitas melakukan pengkajian pada kelompok lansia di posyandu. Ditemukan 7 dari 15 lansia memiliki TD >140/90 mmHg, 5 lansia mengaku tidak rutin minum obat hipertensi, dan 4 lansia belum pernah memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Apakah prioritas intervensi keperawatan komunitas berdasarkan data tersebut?

  • A. Segera merujuk 7 lansia hipertensi ke puskesmas

  • B. Melakukan skrining tekanan darah massal di desa

  • C. Membentuk kelompok peer support lansia hipertensi dan melakukan edukasi manajemen hipertensi

  • D. Melapor ke kepala desa agar membentuk posbindu

  • E. Memberikan obat antihipertensi gratis kepada lansia yang tidak mampu

Kunci Jawaban : C

Pembahasan : Masalah utama pada kasus ini adalah ketidakpatuhan minum obat dan rendahnya kesadaran memeriksakan diri, bukan semata keterbatasan akses. Pembentukan kelompok peer support (sesama lansia saling mendukung) dikombinasikan edukasi manajemen hipertensi mandiri merupakan intervensi berbasis komunitas yang efektif, berkelanjutan, dan memberdayakan kelompok lansia secara holistik.

Penutup

Dua puluh soal di atas hanyalah sebagian kecil dari ratusan soal yang perlu Anda kuasai dalam mempersiapkan UKOM Keperawatan D3. Kunci keberhasilan dalam ujian ini bukan sekadar hafalan teori, melainkan kemampuan menganalisis kasus klinis dengan cepat dan tepat berdasarkan prinsip asuhan keperawatan yang benar.

Teruslah berlatih soal secara rutin, perkuat pemahaman terhadap proses keperawatan di setiap area keilmuan, dan jangan abaikan aspek etik serta legal keperawatan yang kerap muncul dalam ujian. Dengan persiapan yang terstruktur dan konsisten, target KOMPETEN pada UKOM Keperawatan D3 Anda sangat layak untuk diraih.

Bagikan Artikel

Tautan Tersalin!
Newsletter